Selasa, 10 April 2012

Yogurt Sebagai Detoksikan yang Efektif Terhadap Toksisitas Formalin yang Terpapar dalam Makanan

Abstract
Background: Formaldehyde or formalin is a toxic compound and carcinogenic. Formalin in the short term could cause cell and liver culture damage. Yogurt is one of milk fermentation product that has potency as exogen antioxidant and anti-cancer matter, which neutralize free radical oxygen and toxic in the body. Yogurt supplementation is expected to eliminate free radical compound that caused by formaldehyde, prevent oxidative stress and cell destruction and hepar culture. 
Metode: Fifty mouses were divided into two groups, the first was then divided into 5 subgroups and give formaldehyde with dosage 0 ppm (control), 25 ppm, 50 ppm. 75 ppm and 100 ppm. The second group was received the same dosage and each animal received 2 ml/days yogurt. Each subgroup was replicated three times. Malonyl dialdehyde (MDA) was measured as liver destruction parameter and level of culture damage was measured with hematoxylin-eosin (HE).
Result: Formaldehyde dossage has highly significant (P< 0,01) increasing MDA production. MDA production (μg/ml) are 5,36; 18,69; 29,49; 35; and 39,46 respectively. Yoghurt supplementation also give highly significant (P< 0,01) in decreasing MDA. The lower formaldehyde the higher MDA production descent, and the value are: 5,16 ; 5,71; 12,13; 16,13; and 20,53 mutual with culture damage from HE test.

Keyword: formaldehyde; supplementasion; expose, MDA;

Abstrak
Latar Belakang: Formaldehid (formalin) merupakan senyawa toksik dan bersifat karsinogen. Pengaruh negatif paparan formaldehid dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan hepar. Yogurt merupakan salah satu produk susu fermentasi yang mempunyai potensi sebagai antioksidan eksogen dan sebagai bahan anti kanker, yang dapat menetralkan senyawa reaktif oxygen radikal bebas serta racun yang masuk dalam tubuh. Suplementasi yogurt diharapkan dapat mengeliminasi senyawa radikal bebas akibat paparan formaldehid, mencegah terjadinya stres oksidatif dan kerusakan oksidatif  pada sel dan jaringan hepar, yang ditandai dengan meningkatnya kembali kandungan antioksidan ( GSH ), dan menurunnya kembali produksi Malonildialdehide (MDA) . 
Metode: 50 ekor tikus dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok I untuk penelitian paparan formaldehid dengan dosis masing- masing adalah 0 ppm (kontrol) , 25 ppm, 50 ppm. 75 ppm dan 100 ppm . Kelompok kedua diberi paparan formaldehid dengan dosis yang sama seperti kelompok I dan diberi yogurt 2 ml/hari. (MDA) diukur sebagai parameter kerusakan hepar dan kerusakan jaringan diukur dengan metode pewarnaan hematoxylen-eosin (HE).
Hasil: Dosis formaldehid sangat nyata (P< 0,01) meningkatkan produksi MDA. Nilai MDA (μg/ml) sesuai dengan dosis perlakuan  berturut- turut: 5,36; 18,69; 29,49; 35; dan 39,46. Suplementasi yogurt sangat nyata (P< 0,01)menurunkan produksi MDA. Makin rendah formaldehid yang diberikan, akan semakin tinggi tingkat penurunan produksi MDA (μg/ml), dengan urutan sebagai berikut: 5,16 ; 5,71; 12,13; 16,13; dan 20,53 sesuai dengan tingkat kerusakan jaringan hasil uji dengan pewarna HE yang dilakukan.

Keyword: formaldehid; suplementasi; paparan; MDA;

Tidak ada komentar:

Posting Komentar